Category Archives: Motivasi

Lalat dan Lebah

Lalat & Lebah (Akar yang Jahat dan akar yang Baik)

Mengapa lebah cepat menemukan bunga? Sedangkan lalat cepat menemukan kotoran?

Karena naluri lebah hanya untuk menemukan bunga, sedangkan naluri lalat hanya untuk menemukan kotoran.

Lebah tidak tertarik pada kotoran. Sebaliknya, lalat tidak tertarik pada harum dan keindahan bunga.

Alhasil, lebah kaya akan madu sedangkan lalat kaya kuman penyakit.

Mengapa sebagian orang menjadi jahat dan sebagian orang menjadi baik.

Karena orang jahat tidak tertarik pada hal-hal yg baik,sebaliknya bila ada hal-hal yang jahat, menyakitkan, gosip, bohong, permusuhan, mereka menjadi begitu bersemangat utk menyebarkannya, mereka orang-orang yang mudah diprovokasi tanpa pikir panjang langsung bereaksi.

Orang baik ialah orang yang tidak tertarik dan tak mau merespon akan hal-hal buruk, menyakiti, isu yang tak jelas, semua hal yang berbau kejahatan yang sekalipun dilapisi isu agama.

Apa yg dilihat akan menghasilkan apa yg dipikirkan, dan apa yang dipikirkan akan menghasilkan apa yang diperoleh.

Hidup ini sangat tergantung dengan hati dan pikiran.

Jika hati dan pikiran selalu negatif maka apa saja yang dilihat akan selalu negatif dan hasilnya adalah penderitaan,sakit hati, kecewa,iri hati,sirik.

Mulailah dengan hati dan pikiran yg selalu positif maka apa saja yang dilihat akan selalu positif dan hasilnya adalah kebahagiaan.
Semoga bermanfa’at …

Kaos Kaki Sobek

Nasehat yg bijak tentang “Warisan KAOS KAKI SOBEK”

Al-Kisah seorang kaya raya (Milyader), sedang sakit parah..menjelang ajal menjemput dikumpulkanlah anak-anak tercintanya…

Beliau berwasiat: Anak-anakku…jika ayah sudah dipanggil yang Maha Kuasa, ada permintaan ayah kepada kalian “tolong di pakaikan kaos kaki kesayangan ayah, walaupun kaos kaki itu sudah robek, ayah ingin pake barang kesayangan semasa bekerja di kantor ayah dan minta kenangan kaos kaki itu dipake bila ayah dikubur nanti.

Singkat cerita Akhirnya sang Ayah meninggal dunia.

Saat mengurus Jenazah dan saat mengkafani, anak2nya minta ke pak modin untuk memakaikan kaus kaki yg robek itu sesuai wasiat ayahnya.

Akan tetapi pak modin menolaknya: “maaf secara syariat hanya kain putih (kafan) saja yang di perbolehkan dipakaikan kepada mayat..”.

Terjadi diskusi panas antara anak2 yang ingin memakaikan kaos kaki robek dan pak modin yang juga ustadz yang melarangnya.

Karena tidak ada titik temu dipanggilah penasihat keluarga sekaligus notaris.

Beliau menyampaikan: “sebelum meninggal bapak menitipkan surat wasiat, ayo kita buka ber-sama2 siapa tahu ada petunjuk..” Maka dibukalah surat wasiat almarhum milyader buat anak2nya yang di titipkan kepada Notaris tersebut.

Ini bunyinya: “Anak-anaku pasti sekarang kalian sedang bingung, karena dilarang memakaikan kaus kaki robek kepada mayat ayah…lihatlah anak2ku padahal harta ayah banyak, uang berlimpah, beberapa mobil mewah, tanah dan sawah di-mana2, rumah mewah banyak..tetapi tidak ada artinya ketika ayah sudah mati. Bahkan kaus kaki robek saja tidak boleh dibawa mati.

Begitu tidak berartinya dunia, kecuali amal ibadah kita, sedekah kita yg ikhlas.

Anak2ku inilah yg ingin ayah sampaikan agar kalian tidak tertipu dengan dunia yang sementara.

Salam sayang dari Ayah yang ingin kalian menjadikan dunia sebagai jalan menuju Allah….

Semoga kejadian ini dapat mengingatkan kita semua, Insya Allah.

Layang – Layang

LAYANG – LAYANG
Teringat ketika mudik tempo hari, sepanjang jalan caruban – saradan (Jatim) banyak layang – layang berbagai jenis dan model yg dijual di sepanjang jalan. Layang-layang sering kita mainkan khususnya ketika masuk musim pancaroba (banyak angin), bukan bagaimana mengajarkan bermain layang-layang, apalagi ngajak berdagang layang-layang tetapi apa yg bisa kita ambil hikmah dibalik layang-layang. Dua buah layang-layang terbang berdampingan, yg satu bilang: “bisakah kamu terbang lebih tinggi lagi?” Dijawabnya: “sungguh sangat bisa tetapi ketika saya akan Naik di tahan oleh yg empunya bahkan ketika ada petir, akan hujan, saya diturunkan”. “Kalau begitu lepas saja biar kita bisa terbang tinggi”, lanjutnya. ” jangan!, kamu harus tetap dalam kendali tuanmu”, demikian peringatan yg diberikan layang-layang sebelah. Dia berusaha menyambar layang-layang sebelah, tetapi ditarik oleh tuannya, ketika mendekat lagi, tuannya menjauhkannya. Ketika ada angin kencang menghembus, dia manfaatkan untuk kembali menyambar tetapi digagalkan lagi. Ini dilakukan berulang kali tetapi setiap usaha dilakukan, tuannya berusaha menghalaunya. Sampai akhirnya, berhasil lepas, benangnya nyangkut di benang gelasan layang-layang sebelah, dan putus. Apa yg menjadi harapannya tuk terbang lebih tinggi sirna bahkan dia terjun terpontang panting tdk beraturan akhirnya nyangkut di sebuah pohon, di kejauhan beberapa anak berlari menghampiri, berusaha untuk meraihnya, perebutan tidak bisa dielakkan sehingga layang-layang itu sobek tinggal rangkanya, tidak mampu tuk terbang kembali. Layang – layang telah kehilangan manfaatnya bahkan pemulung pun tidak sudi tuk mengambilnya. Inilah gambaran sekilas, bahwa kita tidak boleh bebas melakukan apa saja semau kita, kendali harus selalu ada agar kita tidak terjerumus kepada hal yg tidak kita duga. Wahai saudaraku, Jauhkan pikiran kita untuk mencari kebebasan yg melewati batas. Selamat HUT kemerdekaan! Semoga kita selalu dalam lindunganNya

I Can Do This

I CAN DO THIS!
Alkisah di suatu sore dibawah tower berkumpulah segerombolan katak kecil. Ternyata akan ada lomba memanjat menara tower yg diikuti oleh beberapa katak. Sebagian katak duduk berjajar menyaksikan rekan-rekan mereka, siapa yang paling duluan sampai di puncak tower. Lomba siap dimulai. Di kejauhan seekor katak penonton, berguman:” mana mungkin tower sebegitu tingginya dapat dipanjat seekor katak kecil…….mustahil……tidak mungkin bisa”. Dua ekor katak mencoba peruntungan dengan mulai memanjat tower. Tidak sampai seperempat jalan, jatuhlah keduanya ke tanah. Penonton semakin riuh, tidak sekedar menggumam, teriakan lantang terdengar di sela-sela penonton:” terlalu tinggi……gak mungkin bisa…..gak mungkin kuat…..berat….”. Beberapa katak berikutnya mencoba menaiki tower, tetapi lagi” tersungkur ke tanah, bahkan ada yang terpelanting menjauhi tower. Ledekan penonton semakin menjadi: “Hil yg mustahal…..ajaib kalau bisa….gak tahu diri…..gak ukur badan….berkaca dulu dech”. sampai akhirnya hampir semua katak berjatuhan sebelum menggapai pertengahan tower. Tersisalah seekor katak kecil. Dengan perlahan dia dekati menara. Dia tatap puncak menara. Tatapan matanya terus dia arahkan ke tower di depannya. Lantas, tangan dan kakinya mulai dia tempelkan di menara. Setapak demi setapak, kaki dan tangan merambat naik. dari arah penonton terdengar semakin riuh, ejekan, teriakan, nada sinis, nada pesimis, namun sang katak tidak bergeming. Dia terus melangkah dan melangkah sampai akhirnya semua katak yg melihat, terdiam seribu bahasa. Sang katak bertengger di puncak tower. Dia berhasil menggapai puncak menara. Gemuruh tepuk tangan tiada henti menyambut sang juara lomba. Setelah dia menikmati pemandangan dari puncak tower, dengan santai dia menuruni menara sampai menyentuh tanah kembali. Semua katak yg melihat saling berbisik, namun tidak kuasa untuk berbicara. Dari sekian banyak peserta, ada seekor katak yg memberanikan diri untuk bertanya ke sang juara:”apakah yang membuatmu bisa mencapai puncak menara? Apa rahasianya? Dengan santai dia menjawab: “sebelum lomba dimulai, saya menyumbat telingaku”. Lantas dia meneruskan ucapannya:” kadangkala kita harus berlagak TULI, sebab apa yang mereka perbuat bisa menjauhkanmu untuk meraih MIMPIMU, tanamkan pada dirimu bahwa kamu mampu, jangan pernah menyerah, selalu katakan dalam dirimu: I CAN DO THIS”. Selamat beraktifitas, semoga sukses selalu.

Ulat dan Pohon

OJO DUMEH
Di tengah hutan yg lebat, berdiri tegak dan menjulang sebuah pohon yang tinggi dan besar, bak raksasa, dengan daun yang hijau dan rimbun. Segerombolan ulat segera mendatanginya, dengan harapan ingin segera menikmati daun segar itu sebagai makan siangnya. Namun, tanpa disadari, keinginannya tertahan oleh ucapan si pohon besar. Dia berujar: “jangan makan daunku, sebentar lagi akan ada pejabat yg akan datang kemari, apalagi daunku tidak cocok bagi kamu, banyak kandungan kolesterol di dalamnya, daunku bisa menyebabkan hipertensi, rasa daunku sangat pahit, kulitmu akan gatal2 bila memakannya”. Banyak alasan disampaikan oleh pohon besar shingga sang ulat pun ciut nyalinya. Secara perlahan dia berjalan menjauhi pohon besar tersebut. Di tengah kegalauan, ada suara kecil yg didengar oleh rombongan ulat. Ternyata suara itu berasal dari sebuah pohon kecil. “Wahai ulat, kalau kamu tidak keberatan, naiklah, makanlah daunku sepuasmu”. Tanpa dikomando, ulat-ulat segera memakan dengan rakusnya. Si pohon kecil, melihat dengan tatapan kesakitan, sedikit demi sedikit daun-daunnya mulai berlubang bahkan ada sampai habis separonya. Satu per satu ulat yg kekenyangan mulai berangsur meninggalkan pohon kecil. Hari berganti hari, datanglah musim kering. Daun-daun seluruh penghuni hutan mulai berguguran, akhirnya semua pohon gundul, tidak tercuali daun si pohon besar dan si pohon kecil. Semua pohon di hutan merasakan tanpa mahkota yg dibanggakan. Di kejauhan tampak benda kerlap kerlip, penuh warna warni akibat pantulan sinar Mentari pagi. Ternyata, ulat-ulat telah bermetamorfose menjadi kupu-kupu yang cantilk dan indah. Si pohon besar berharap kupu-kupu akan menghampirinya, namun tanpa diduga, si pohon kecil dijadikan pilihannya. Si pohon besar mulai memanggilnya:” wahai kupu-kupu kenapa engkau tidak hinggap di tempatku, yang lebih kuat dan perkasa?” ketahuilah wahai sang raksasa, saat itu tanpa jasanya aku pasti akan menjadi bangkai yang tidak berguna. begitulah sang kupu-kupu memberikan jawabannya. Suara sepatu terdengar memecah keheningan. Nampak Rombongan pejabat mulai berdatangan sebagaimana yg pernah dikatakan oleh pohon besar. Beberapa orang berkeliling untuk melihat suasana. Sampai akhirnya, si pohon besar menjadi pilihannya, ditebang sbg penyangga jembatan di sebuah desa. Saudaraku…… jadikan hal ini pelajaran berharga, tuk selalu berbagi sesama. Selamat beraktifitas.

Filosofi Pohon Mangga

Hampir semua orang pernah melihat pohon mangga, bahkan sudah juga merasakan manis buahnya. Jenisnya yang beraneka ragam, manalagi, golek, harum manis, bahkan saking sulitnya dalam membuat nama, maka digunakan nama daerah, seperti mangga bali, mangga indramayu dll. Adakah pelajaran yang bisa kita ambil dari sebuah pohon mangga? Perlu diketahui, menjelang musim mangga, para petani mulai memangkas sebagian ranting dan cabang dari pohon mangga, bahkan ada yang sampaimelukai dan menyayat kulitnya tetapi tidak sampai ke kambium. Walaupun dengan penuh rasa sakit dan nyeri, namun pohon mangga sadar bahwa ini merupakan salah satu upaya kelangsungan kehidupannya. Pohon mangga rela melepaskan sebagian anggota tubuhnya sebab yakin pembalasan yang akan diterima, dia akan semakin produktif. Setelah sekian lama menunggu, pembalasan pun mulai nampak. Tumbuhlah daun baru diiringi dengan bunga-bunga kecil di seluruh dahan dan ranting. Hari demi hari, bunga berubah menjadi mangga kecil yang berwarna hijau, bakal buah mangga manis dan menyegarkan. Saudaraku. sadarkah kita, bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar pasti ada sesuatu yang harus kita lepaskan dari diri kita terlebih dahulu. Kita sering kali memohon agar bisa mendapatkan kekayaan yang melimpah, namun pernahkah kita melepaskan sedikit harta kita? Selain sifat dermawan yang dimilikinya, pohon mangga juga mempunyai sifat yang lebih hebat. Kadangkala ketika buah mangga sudah nampak ranum, banyak anak-anak kecil yang melemparinya. Apa yang dilakukan pohon mangga? Dilempar dengan batu, dibalas dengan lemparan buah mangga. Pernahkan kita membalas kejelekan dengan kebaikan? semoga kita bisa.

PISAU

Dahulu kala, pisau merupakan senjata andalan untuk mempertahankan diri. Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini, pisau menjadi perhiasan atau kadang hanya digunakan untuk membantu mempermudah pekerjaan. Apa yang menarik dengan kita berbincang masalah pisau? Alkisah, ada seorang yang kaya raya, hartanya berlimpah, apapun bisa dia beli. Suatu saat, saudagar tersebut tertarik terhadap pedagang yang menawarkan peralatan rumah tangga. Ternyata, barang dagangannya sangat bervariasi, mulai dari yang harganya murah sampai yang melambung. Pilihannya jatuh kepada dua buah pisau yang sangat bagus, dan tentu saja tidak terkira harganya. Transaksi pun terjadi, sang saudagar membawa pulang dua buah pisau, bergagang putih dan satunya bergagang hitam. Pisau istimewa tersebut dia taruh di almari kaca, dengan kilauan cahaya selalu memancar manakala sinar menerpanya. Pada suatu malam, keluarga saudagar mengadakan musyawarah, bahwa esok hari akan menyembelih ayam sebagai ungkapan kegembiraan, tahun ini rezeqinya tetep lancar. Mendengar hal itu, pisau bergagang putih berusaha untuk menutupi ketajamannya dengan cara membalikkan punggungnya, dengan harapan dia tidak terpilih. Dia merasa, masa !!!???, pisau mahal dan bagus begini hanya untuk menyembelih seekor ayam. Harapan pisau bergagang putih menjadi kenyataan, sang saudagar ternyata mengambil pisau bergagang hitam. Hari terus berganti, sampai waktunya, sang saudagar ingin merayakan kembali keberhasilan bisnisnya, mengundang keluarga besar dan menyembelih seekor kambing. Pikiran pisau bergagang putih kembali mengatakan: ah… ini belum saatnya, toh hanya seekor kambing, biarkan pisau bergagang hitam yang digunakan. Pagi buta, sang saudagar kembali mengambil pisau bergagang hitam untuk memulai menyembelih dan menguliti kambing. Bahkan pisau bergagang hitam digunakan juga untuk memotong buah, sayuran dan segala kebutuhan saat itu. Sore hari, suara lantang terdengar, istri saudagar menyuruh pembatunya untuk membersihkan dan menanjamkan pisau sebelum dikembalikan ke almari. Pada akhirnya, saudagar ingin merayakan perkawinan emasnya. Tidak hanya keluarga besar, tetapi tetangga, kenalan dan rekan bisnis akan diundang. Pesta besar akan dilakukan selama dua hari dua malam. Tentu saja, tidak cukup dengan ayam dan kambing, bahkan sapi pun tidak hanya satu ekor. Musyawarah persiapan pesta emas pun terdengar oleh pisau bergagang putih. Dia bergumam: “inilah saatnya bagi saya untuk unjuk kebolehan”. Hari-H yang ditunggu akhirnya datang, persiapan pesta dilakukan, beberapa ekor sapi siap untuk dikurbankan. Sang saudagar mengarah menuju almari, tangannya menangkap erat pisau bergagang hitam. Dia berpikiran bahwa untuk mematahkan leher sapi dibutuhkan pisau yang tidak sembarangan, supaya sekali tebas, sapi langsung menemui ajal. Pilihannya jatuh kepada si gagang hitam sebab selama ini, sebelum kembali ke almari, istri saudagar selalu memerintahkan untuk menajamkannya. Pesta pun telah usai, semua peralatan juga telah kembali ke tempat semula. Sang saudagar memandangi pisau hitam yang selama ini ikut menyukseskan setiap acara yang dilakukan. Tidak terkecuali, tatapan mata saudagar tertuju kepada si gagang putih, nampak kotor, berkarat karena tidak pernah digunakan. Tanpa pikir panjang, daripada merusak pandangan, diambil dan akhirnya dibuang. Saudaraku…………….. apa yang bisa kita ambil dari cerita ini? Kesempatan dan waktu tidak bisa kita tabung. Apa yang ada di depan kita, harus dilakukan dengan semaksimal dan sekuat tenaga. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tetapi kalau kita mau mengerjakan dan menekuni apa yang ada, suatu saat nanti pasti akan memetik hasilnya. Jangan tunda tuk esok tetapi kerjakan saat ini juga. Selamat berkerja, semoga esok lebih bahagia.

wanita sholihat (11)

Saudara2ku kaum muslimin wal muslimah yang saya cintai di manapun berada, tidak banyak syarat yang di kenakan oleh islam untuk seorang wanita, untuk menerima gelar ” الْمَرْأَةُ الصَّالِحَة ” , dan seterusnya menerima pahala surga yang penuh keni’matan dari Allah swt. Para wanita supaya memiliki atau memenuhi dua syarat yaitu :
1. Thoat kepada Allah dan Rasul-Nya
2. Thoat kepada suaminya masing – masing.

Penjelasan : Continue reading wanita sholihat (11)

wanita sholihat (10)

Seorang istri adalah pendamping hidup bagi suami, maka harus bisa menjadi pendamping yang baik dan setia lahir bathin. Ikut membantu & melancarkan tugas – tugas suami baik urusan dunia ( penghidupan ) maupun urusan agama / akhirat. agar tugas dan tanggung jawab suami bisa terlaksana dengan sebaik – baiknya, yang berat bisa menjadi ringan, & yg sulit menjadi mudah, istri yg baik sesuai sabda Nabi :
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَه رواه النسائي ُ

Artinya: ” Di tanyakan kepada Rasulullah saw manakah perempuan yang lebih baik ? Rasulullah menjawab : adalah wanita yg menyenangkan suaminya ketika dia memandangnya ( punya daya tarik ) dan wanita yang taat ketika suaminya memerintah, dan wanita yang tidak menyelisihi suaminya di dalam urusan dirinya dan hartanya dengan apa2 yang suaminya benci.” HR. Nasai’ Continue reading wanita sholihat (10)

wanita sholihat (9)

Saudara – saudaraku yang saya cintai dan hormati di mana saja berada, para ulama’ sholih ahli ibadah, ahli al Qur’an & al Hadist telah menyampaikan kepada kita, wabil khusus para suami bahwa seorang laki2 setelah melaksanakan pernikahan supaya di ingat tidak lagi di sebut sebagai bujangan, namun sudah di sebut seorang suami, kemudian di sebut seorang ayah / papah / bapak. Oleh karena itu seorang suami mempunyai kewajiban & tanggung jawab yang berat tapi mulia yang harus di kerjakan sesuai firman Allah ta’alaa :
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ ……الأية النساء ٣٤

Artinya ” orang laki2 itu peramut / pemimpin kepada istri sebab keutamaan yang Allah berikan kepada sebagian mereka ( orang laki2 ) mengalahkan sebagian ( orang perempuan ) & sebab orang laki2 telah memberikan nafkah dari harta mereka.”
QS. An- Nisa 34 Continue reading wanita sholihat (9)