Ulat dan Pohon

OJO DUMEH
Di tengah hutan yg lebat, berdiri tegak dan menjulang sebuah pohon yang tinggi dan besar, bak raksasa, dengan daun yang hijau dan rimbun. Segerombolan ulat segera mendatanginya, dengan harapan ingin segera menikmati daun segar itu sebagai makan siangnya. Namun, tanpa disadari, keinginannya tertahan oleh ucapan si pohon besar. Dia berujar: “jangan makan daunku, sebentar lagi akan ada pejabat yg akan datang kemari, apalagi daunku tidak cocok bagi kamu, banyak kandungan kolesterol di dalamnya, daunku bisa menyebabkan hipertensi, rasa daunku sangat pahit, kulitmu akan gatal2 bila memakannya”. Banyak alasan disampaikan oleh pohon besar shingga sang ulat pun ciut nyalinya. Secara perlahan dia berjalan menjauhi pohon besar tersebut. Di tengah kegalauan, ada suara kecil yg didengar oleh rombongan ulat. Ternyata suara itu berasal dari sebuah pohon kecil. “Wahai ulat, kalau kamu tidak keberatan, naiklah, makanlah daunku sepuasmu”. Tanpa dikomando, ulat-ulat segera memakan dengan rakusnya. Si pohon kecil, melihat dengan tatapan kesakitan, sedikit demi sedikit daun-daunnya mulai berlubang bahkan ada sampai habis separonya. Satu per satu ulat yg kekenyangan mulai berangsur meninggalkan pohon kecil. Hari berganti hari, datanglah musim kering. Daun-daun seluruh penghuni hutan mulai berguguran, akhirnya semua pohon gundul, tidak tercuali daun si pohon besar dan si pohon kecil. Semua pohon di hutan merasakan tanpa mahkota yg dibanggakan. Di kejauhan tampak benda kerlap kerlip, penuh warna warni akibat pantulan sinar Mentari pagi. Ternyata, ulat-ulat telah bermetamorfose menjadi kupu-kupu yang cantilk dan indah. Si pohon besar berharap kupu-kupu akan menghampirinya, namun tanpa diduga, si pohon kecil dijadikan pilihannya. Si pohon besar mulai memanggilnya:” wahai kupu-kupu kenapa engkau tidak hinggap di tempatku, yang lebih kuat dan perkasa?” ketahuilah wahai sang raksasa, saat itu tanpa jasanya aku pasti akan menjadi bangkai yang tidak berguna. begitulah sang kupu-kupu memberikan jawabannya. Suara sepatu terdengar memecah keheningan. Nampak Rombongan pejabat mulai berdatangan sebagaimana yg pernah dikatakan oleh pohon besar. Beberapa orang berkeliling untuk melihat suasana. Sampai akhirnya, si pohon besar menjadi pilihannya, ditebang sbg penyangga jembatan di sebuah desa. Saudaraku…… jadikan hal ini pelajaran berharga, tuk selalu berbagi sesama. Selamat beraktifitas.


-- Download Ulat dan Pohon as PDF --


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>