wanita sholihat (9)

Saudara – saudaraku yang saya cintai dan hormati di mana saja berada, para ulama’ sholih ahli ibadah, ahli al Qur’an & al Hadist telah menyampaikan kepada kita, wabil khusus para suami bahwa seorang laki2 setelah melaksanakan pernikahan supaya di ingat tidak lagi di sebut sebagai bujangan, namun sudah di sebut seorang suami, kemudian di sebut seorang ayah / papah / bapak. Oleh karena itu seorang suami mempunyai kewajiban & tanggung jawab yang berat tapi mulia yang harus di kerjakan sesuai firman Allah ta’alaa :
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ ……الأية النساء ٣٤

Artinya ” orang laki2 itu peramut / pemimpin kepada istri sebab keutamaan yang Allah berikan kepada sebagian mereka ( orang laki2 ) mengalahkan sebagian ( orang perempuan ) & sebab orang laki2 telah memberikan nafkah dari harta mereka.”
QS. An- Nisa 34
Kewajiban pokok bagi seorang suami adalah memberikan nafkah lahir & bathin. Nafkah lahir adalah mencukupi sandang pangan dan papan bil ma’ruf sesuai dengan kemampuannya. Nafkah bathin adalah menggauli dengan baik, memberikan kasih sayang, perhatian, bimbingan, nasehat & pendidikan yang baik, serta mempergauli dengan cara yang baik, sebagaimana pernah di tanyakan oleh seorang sahabat kepada Rasulullah bhw :
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَخْبَرَنَا أَبُو قَزَعَةَ الْبَاهِلِيُّ عَنْ حَكِيمِ بْنِ مُعَاوِيَةَ الْقُشَيْرِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا حَقُّ زَوْجَةِ أَحَدِنَا عَلَيْهِ قَالَ أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ أَوْ اكْتَسَبْتَ وَلَا تَضْرِبْ الْوَجْهَ وَلَا تُقَبِّحْ وَلَا تَهْجُرْ إِلَّا فِي الْبَيْتِ رواه َ أَبُو دَاوُدُ
Artinya : ” wahai Rasulullah apakah kewajiban kami para suami kpd istri – istri ? Nabi menjawab : engkau memberinya makan ketika engkau makan & engkau memberinya pakaian ketika engkau berpakaian atau ketika engkau bekerja, dan engkau jgn memukul wajahnya & jgn menjelek2kan & atau mendo’akan jelek & jgn memisahi tidur kecuali di dlm rumah.”
HR. Abu Dawud

Juga Allah swt tlh menjelaskan dgn firmannya bhw :
ٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا سورة النساء ١٩

Artinya : ” Dan pergaulilah mereka para istri dgn baik, jika kalian benci pd mrk istri boleh jd apa yg kalian benci itu, Allah menjadikan kebaikan yg bnyk di dlmnya.” QS. An- Nisa19
Maka Rasulullah saw menegaskan kepada para suami supaya nasehat kepada istri2 karena sesungguhnya wanita itu di ciptakan dr tulang rusuk, dan sesungguhnya paling bengkoknya sesuatu pada tulang rusuk adalah yang paling atas, apabila kalian suami meluruskan dengan serta merta, maka engkau mematahkannya, & apabila kalian membiarkannya maka tidak henti2nya tulang rusuk itu bengkok, maka selalu nasehatlah kalian suami kepada mereka istri. Karena seorang suami sbg pemimpin dlm rmh tangga maka harus benar2 bisa menjadi pemimpin yang baik & bertanggung jawab, bisa menjadi pengayom & pelindung dalam keluarganya, berusaha banyak sabarnya, mau bermusyawaroh utntuk kebaikan, keporo ngalah, mau mengakui kesalahannya & bisa menerima kekurangan2 yang ada pada istri – istrinya, dengan tetap memberikan nasehat, pengarahan & bimbingan yang baik, sehingga benar – benar menjadi panutan yang baik dalam keluarga & istri merasa bangga mempunyai suami yang baik seperti ini, seperti Rasulullah saw juga sebagai pigur suami yang baik, sebagaimana tertulis dalam hadist :
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي رواه الترمذى

Artinya : ” Sebaik – baiknya kalian adalah yang lebih baik kepada keluarganya dan saya Nabi adalah lebih baiknya kalian kepada keluargaku.” HR. Tirmidzi

Jangan sampai para Suami menjadi pigur suami yَang tidak bertanggung jawab dalam keluarganya, mudah tersinggung, mudah marah, menang – menangan sendiri, merasa benar terus, tidak memperdulikan kebutuhan – kebutuhan dalam rumah tangganya, sering keluyuran yang tidak ada manfaatnya sehingga menyusahkan anak & istrinya karena tidak teramut & kurang kasih sayang, lebih – lebih sampai berbuat kasar baik ucapan maupun tindakan, sedikit – sedikit mencaci maki, melaknati, memukul, mengucapkan talaq….apalagi talaq tilu sakalian…akhirnya seperti dalam lagu deech…nyeri…nyeri…😃😀😅 dll. Ini jangan sampai terjadi. Bukankah kita pada saat memasuki kehidupan berumah tangga telah menata hati dengan benar yaitu niat ibadah menetapi sunah Rasul ??? ..

By: Ustad Yunus syaifullah


-- Download wanita sholihat (9) as PDF --


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>